Label

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Berita Terpopuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Terpopuler. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

O2SN...langkah awal bukti keberhasilan atlit kita


O2SN, ajang kompetisi olahraga bagi pelajar tingkat propinsi yang berlangsung dari hari Selasa, 13 April s/d 14 April 2011, menjadi event yang bergengsi bagi atlit-atlit SMA Negeri 1 Slogohimo. Betapa tidak, lewat kompetisi yang berlangsung di Ibukota Propinsi Jawa Tengah yang berlangsung kemarin, 2 atlit kita membuktikan keberhasilan itu. Eny Yuly Dimastuty, siswi kelas X Bakat Istimewa Olahraga menggondol medali emas untuk kategori lari 100m putri, sedang Fitri Hamidah, juga dari siswi kelas X BIO berhasil menyabet medali perunggu untuk kategori lompat jauh putri. Bukan tanpa perjuangan mereka mendapatkan kejuaraan itu. Sesuatu yang ditekuni dan di jalani dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil, demikian Ibu Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Slogohimo selalu memberikan nasehat dan motivasi bagi keberhasilan siswa-siswi semua. Ini sebuah langkah awal bagi SMA N I Slogohimo untuk lebih baik lagi tentunya.. dengan kemenangan bukan berarti terys kita sombong kemudian berbangga diri..masih banyak hal yang patut di benahi agar esok kita bisa mendapatkan yang terbaik....tentunya adalah harapan semua orang khususnya bagi SMA N I Slogohimo..dengan Prestasi-prestasi yang diraihnya dalam setiap cabang perlombaan baik itu untuk tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun Propinsi..
AYOOO MAJU TERUS SMA N I SLOGOHIMO
TUNJUKKAN JIKA KAMI PASTI BISA..


Kamis, 27 Januari 2011

Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur

Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur
Gunung Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.
Selasa, 25 Januari 2011, 12:00 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.

Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.

Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.

Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun.

Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923.

Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus.

Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.

Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011.

Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.

Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.

"Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata."

Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.

Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu.

Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone.

Kaldera Yellowstone

• VIVAnews